Thursday, September 15, 2011

AYAT-AYAT DAN HADITS TENTANG SUAMI ISTRI



1.           Sisa air mandi junub bagi suami akan menjadi Malaikat lalu memohonkan berkah pada keduanya.   ( Hadist )
2.           Setiap tindakan baik suami istri untuk saling menyenangkan dihitung ibadah.  ( Hadits )
3.           Dua roka'at sholat sunnah lebih baik daripada 70 roka'at bagi yang belum kawin. ( Hadits )
4.           Bila telah nikah dianggap telah melakukan setengah agama. ( Hadits )
5.           Berjama'ah ( sholat ) dengan istri sama dengan 27 derajat dikalikan 70  ( =1990 ) . ( Hadits )
6.           Sebaik-baik wanita adalah wanita yang bila dipandang menyenangkan bagimu, dan bila kau perintah mentaati, dan bila kau tidak ada dia menjaga hartamu dan dirinya. ( Hadits )
7.           Bila wanita mau mengerjakan sholat 5 waktu dalam satu hari dan berpuasa pada bulannya yang telah ditentukan ( Puasa romadhon ) serta menjaga kemaluannya, mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga lewat pintu mana saja yang ia sukai. ( Hadits )
8.           Perempuan yang sholehah lebih baik dari 1000 laki-laki brengsek. Dan setiap perempuan yang melayani suaminya selama 7 hari, ditutup baginya 7 pintu neraka dan dibuka 8 pintu surga, dan dipersilahkan baginya untuk masuk surga lewat pintu mana saja yang ia sukai, tanpa suatu perhitungan amal lainnya lebih dulu. (Hadits )
9.           Seorang wanita yang haid, maka haidnya sebagai penebus dosa-dosanya yang telah lewat. Dan bila pada hari pertama haidnya ia membaca " Alhamdulillahi 'ala kulli halin wa astagfirullah minkulli dzambin " maka Allah menetapkan dia selamat dari neraka dan dengan mudah melewati sirot, serta aman dari siksaan. Dan Allah akan meningkatkan derajatnya setiap siang dan malam sebagai 40 orang mati syahid, bila ia selalu berzikir selama haidnya. (Hadits)
10.      Bila wanita mencuci pakaian suaminya maka Allah menentukan baginya 1000 kebaikan dan mengampuni 1000 kesalahan, dan setiap sesuatu yang kena sinar matahari  memohonkan ampun dan Allah mengangkatnya 1000 derajat. ( Hadits )
11.      Setiap istri yang menyakiti suaminya dengan lisannya, maka dia dapat kutukan Allah dan murkanya serta mendapat laknat dan kutukan dari para Malaikat dan semua manusia.(Hadits)
12.      Istri yang mengatakan pada suaminya, " Terkutuk kau oleh Allah " maka ia sebenarnya telah tersesat dan mendapat laknat Allah dari atas 7 langit dan dari segala makhluk yang diciptakan Allah kecuali jin dan manusia. (Hadits)
13.      Istri yang mengatakan pada suaminya," Sungguh aku tidak pernah melihat sama sekali kebaikanmu " maka Allah akan menghapus amal-amalnya selama 70 tahun, walau ia puasa di siang hari dan sholat di malamnya. (Hadits)
14.      Perempuan manapun yang mendatangkan kesusahan dan kesedihan bagi suaminya dalam masalah nafkah atau membebani pada suaminya dengan sesuatu yang ia tidak kuasa untuk berbuat, maka Allah tidak akan menerima usaha-usahanya maupun tebusannya. ( Hadits )
15.      Perempuan yang keluar rumah tanpa ijin suaminya maka ia mendapat laknat dari setiap sesuatu yang kena matahari dan bulan sampai ia kembali ke rumah suaminya.
16.      Seorang perempuan yang keluar rumah dengan bersolek dan memakai wangi-wangian dengan disetujui suaminya, maka dibuatkan bagi suaminya rumah di neraka sebanyak bekas telapak kaki istrinya. ( Hadits )
17.      Perempuan manapun yang bermuka masam di muka suaminya sehingga menyebabkan bersedih, maka ia di murkai Allah sampai tertawa di muka suaminya dan membawakannya gembira. (Hadits)
18.      Bila istri menolak ajakan suaminya untuk ke tempat tidur, kemudian suaminya tidur dalam keadaan marah maka ia mendapat laknat dari para malaikat sampai pagi hari. (Hadits)
19.      Pada suatu hari datanglah Fatimah ke rumah Rosulullah dengan wajah pucat  dan mata berlinang-linang, maka Rosul bertanya  " Mengapa kau anakku ? Fatimah menjawab : " Terjadilah antara aku dan Ali saat bergurau dan bercakap-cakap, tiba-tiba ada kata-kata yang keluar dari mulutku yang membuat dia marah, setelah aku tahu Ali marah padaku, maka menyesal dan bersedihlah aku, maka aku merayu dan mengelilingi sampai 72 putaran sampai kelihatan ia ridho padaku dan terkulum senyum dibibirnya dengan ramah, aku takut kepada Tuhanku. Maka Rosul berkata kepadanya : " Wahai anakku! Demi yang telah mengutusku dengan haq sebagai nabi sesungguhnya seandainya kau mati  sebelum Ali ridho kepadamu, aku tidak akan sholat untukmu. Hai anakku ! Apakah kau tidak mengerti bahwa kerelaan dan keridhoan suami adalah keridhoan Allah dan marahnya suami adalah marahnya Allah. Wahai anakku, wanita manapun yang beribadah seperti ibadahnya Maryam binti Imron, tetapi tidak diridhoi oleh suaminya, tidak akan diterima ibadahnya oleh Allah. Hai anakku ! Sebaik-baik amal perbuatan wanita ialah mentaati suaminya dan sesudah itu tidak ada pekerjaan yang lebih afdhol dari pada duduk menenun, menjahit. Hai anakku ! Duduk satu jam menjahit adalah lebih baik bagi wanita daripada beribadah setahun dan Allah akan mencatat bagi mereka pahala seorang mati syahid untuk tiap-tiap jenis pakaian yang dirajut, ditenun atau dijahit. Hai anakku! Orang yang merajut dan menenun untuk pakaian suaminya dan anak-anaknya diwajibkan ia masuk surga dan diberi kota di surga untuk tiap orang yang memakai pakaian dari hasil kerjanya.
20.      Kawinlah dengan perempuan pecinta lagi bisa banyak anak, agar nanti aku dapat membanggakan jumlahmu yang banyak dihadapan para nabi pada hari kiamat nanti.
21.      Hendaklah kau memilih istri yang baik agamanya dan budi perkertinya karena bila tidak demikian niscaya celaka engkau. ( Diriwayatkan Ahmad dengan Isnab shohih, Al-Bazzar dan Ibn Hibban )
22.      Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, yaitu karena kekayaannya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya, maka carilah yang baik agamanya, karena kalau tidak niscaya celakalah engkau. ( HR. Bukhori Muslim dari Abi Hurairah )
23.      Pilihlah istri yang baik, karena kaum perempuan melahirkan anak-anak yang menyerupai saudara laki dan suadara perempuan mereka ( paman dan bibi ). ( HR. Ibnu Adi dan Ibnu Asakir dari Aisyah ra )
24.      Barangsiapa mengawini perempuan karena kedudukannya, maka Allah hanya menambahi dengan kehinaan dan barangsiapa mengawininya karena hartanya, maka Allah hanya menambahi kemiskinan dan barangsiapa mengawini karena keturunannya maka Allah hanya menambahi dengan kerendahan, sedang barangsiapa yang mengawini perempuan karena ingin menjaga pandangan ( dari pandangan yang terlarang ) dan ingin menjaga kehormatannya ( dari prebuatan zina ) serta membina hubungan  silaturrohim niscaya Allah memberkahi dirinya dan istrinya.  ( HR Thobrani dalam Al-Ausath dari Anas )
25.      Janganlah mengawini perempuan karena kecantikannya saja karena barangkali kecantikannya akan membinasakannya dan janganlah mengawini perempuan hanya karena kekayaannya saja karena barangkali kekayannya akan menyelewengkannya, tetapi kawinilah perempuan karena agamanya dan budak hitam, perempuan yang cacat telinganya tetapi baik agamanya lebih utama ( daripada cantik tapi buruk agamanya ).
26.      ( Diriwayatkan oleh Abu Da'ud, Nasa'i dan Hakim dengan lafadhnya yang shohih isnadnya dari Ma'qol bin Yasar ra )
27.      Tak ada manfaat ( lebih utama ) bagi orang mukmin sesudah bertakwa kepada Allah daripada istri yang sholihah, bila disuruh tidak membantah, bila melihat kepadanya hatipun senang, bila bersumpah agar istri berbuat sesuatu tidak ditolaknya, bila suami bepergian iapun menjaga baik-baik dirinya dan hanta suaminya. ( HR. Ibnu Majah dari Umamah ra )
28.      Dunia itu kesukan dan kesukaan yang terbaik adalah perempuan yang sholihah. ( HR Nasa'i )
29.      Hati-hatilah dari tempat sampah yang ditumbuhi tanaman hijau, yakni wanita cantik dari asal keturunan yang jelek. ( HR Quadha'i )
30.      Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dahulu ( QS. Al-Ahzab : 33 )
31.      Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya, janganlah menampakkan perhiasan kecuali yang biasa nampak daripadanya. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya ke dadanya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka. ( QS. An-Nur 31 )
32.      Wanita itu bila menghadap, ia menghadap disertai setan, bila mundur disertai setan. ( Hadits )
33.      Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah kulihat sebelumnya yaitu laki-laki memegang cambuk bagaikan ekor lembu ( dzalim ) dan wanita yang berpakaian tetapi seperti telanjang, kepalanya lenggak-lenggok seperti punuk unta, ia tidak akan masuk surga dan tidak akan menghirup bau surga padahal bau surga dapat tercium dari jarak sejauh perjalanan lima ratus tahun. ( Hadits )
34.      Allah tidak menerima sholat seorang perempuan yang pergi ke masjid sedang bau parfumnya menusuk hidung sampai ia pulang dan mandi. ( HR. Abu Hurairah )
35.      Sesungguhnya Nabi ketika ditanya tentang perempuan manakah yang terbaik, beliau menjawab : Ialah yang menyenangkan bila dilihat suaminya, diikutinya suruhan suaminya, dan tidak diselewengkannya dirinya dan harta suaminya ke jalan yang tidak di sukainya.  ( Hadits )
36.      Manakala seorang wanita terkena bau kemenyan ( wangi-wangian ) janganlah menghadiri jama'ah sholat Isya' . ( Hadits )
37.      Dunia adalah hiasan, dan hiasan yang terbaik adalah ( memiliki ) istri yang sholehah. ( Hadits )
38.      Setengah daripada hak suami atas istrinya adalah bila suami itu menginginkan istrinya lalu mencumbunya, walaupun istrinya itu berada di atas punggung onta, maka jangan sekali-kali istrinya itu menolaknya. ( HR. Baihaqi )
39.      Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya  ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berpikir. (Ar-Rum-21 )
40.      Dan bergaullah dengan mereka ( para istri ) dengan cara yang baik / patut ( bil Ma'ruf ). Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, ( maka  bersabarlah ) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak ( QS. An-Nisa : 19 )
41.      Seorang perempuan itu mempunyai kelebihan atas seorang laki-laki dengan 99 bagian dari kelezatan bersetubuh. Tetapi rasa malu telah membuat mereka lebih banyak takut.
42.      Istri-istrimu adalah ( seperti ) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah ( amal yang baik ) untuk dirimu sendiri, dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemuiNya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman. ( QS. Al-Baqoroh : 223 )
43.      Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik diantara kamu terhadap istrimu. ( Hadits )
44.      Takutlah kepada Allah akan urusan perempuan, sesungguhnya kamu ambil mereka dengan amanah Allah dan kamu halalkan mereka dengan kalimat Allah ( HR. Muslim )
45.      Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak ( berkawin ) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan mampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas ( pemeberianNya ) lagi Maha Mengetahui. QS. An-Nur : 32 )
46.      Wahai para pemuda, barang siapa  diantara kamu telah mampu ( Alba'ah ) memikul beban keluarg, hendaklah kawin, itu akan lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu, hendaklah berpuasa. Sesungguhnya berpuasa itu akan menjadi benteng yang menjaganya ( dari perbuatan zina ).  ( HR. Bukhori dan Muslim )
47.      Apabila Allah menghendaki rumah tangga bahagia, maka diberikan kecenderungan mempelajari ilmu agama, yang muda menghormati yang tua, serasi ( harmonis ) dalam kehidupan, hemat dan hidup sederhana, melihat ( mengawasi ) cacat / kekurangan mereka masing-masing, dan kemudian melakukan taubat / minta maaf. Dan jika Allah menghendaki sebaliknya, maka ditinggalkannya mereka dalam kesesatan ( HR. Dailami )
48.      Bahwa kebahagiaan keluarga dapat tercapai apabila terpenuhi empat perkara : Yakni keserasian antar suami istri, mempunyai anak yang terdidik, bergaul dengan orang yang sholeh, dan memiliki ketrampilan yang dapat menambah penghasilan. ( HR. Dailami )
49.      Sesungguhnya diantara yang paling dimurkai Allah di hari kiamat ialah seorang suami yang diberitahu oleh istrinya tentang rahasia sedangkan oleh suaminya rahasia tadi disiarkannya. ( HR. Muslim )
50.      Orang yang baik diantara kamu sekalian ialah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Saya ( Nabi ) Adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap keluargaku, tidak ada orang yang mulia kecuali dia memuliakan wanita ( istrinya ), dan tidak ada orang yang menghina wanita  ( istrinya ) kecuali dia sendiri orang yang hina. ( HR. Ibnu Asakir )
51.      Apabila istri itu menjaga sholat lima waktu, puasa romadhon, menjaga kehormatannya dan taat kepada suaminya, maka dia akan masuk surga. ( HR. Al Bazzar )
52.      wanita yang baik adalah yang taat kepada suaminya dan menjaga rumah tangganya serta memelihara rahasia dan harta bendanya. (QS. An-Nisa' : 34 ).
53.      Istri adalah penanggunjawab rumah tangga suaminya. (HR. Bukhori & Muslim)
54.      Nikahlah kamu dan janganlah kamu bercerai, sesungguhnya perceraian itu   menggoncangkan arasy. ( HR. Ibnu 'Ady )
55.      Wanita manapun yang memakai parfum, maka janganlah dia hadir bersama kami dalam sholat Isya’ ( HR. Muslim, Abu Daud, an-Nasa’I dari Abu Hurairah )
56.      Jika salah satu diantara kamu ( wanita ) ingin menghadiri masjid, maka janganlah menyentuh parfum. ( HR. Muslim, dan Ahmad dari Zainab ats-Tsaqafiyah )
57.      Wanita manapun yang dia mati dan suaminya rela terhadapnya, maka dia akan masuk surga ( HR. Tirmidzi )
58.      Pergilah kamu wahai Asma’ dan beritahukan kepada wanita-wanita yang dibelakangmu bahwa kebaikan salah satu diantara kamu terhadap suaminya dan upaya untuk kerelaan dan ketaatannya kepada suaminya adalah sama dengan semua yang kamu sebutkan untuk laki-laki. ( HR. Muslim )
59.      Hai para wanita , bersedakahlah dan perbanyaklah mohon ampunan kepada Allah ! Sebab sesungguhnya aku melihat kalian itu kebanyakan sebagai penghuni neraka. Sesungguhnya kalian itu memperbanyak umpatan dan mengkufuri pergaulan. ( Muslim )
60.      Wahai para wanita, bersedekahlah walaupun dari sebagian perhiasaanmu. Sebab sesungguhnya kebanyakan kalian adalah sebagai penghuni jahannam pada hari kiamat. ( HR. Ahmad, Tirm, Nasai, alhakim )
61.      Sesungguhnya setiap agama itu mempunyai akhlak, dan akhlak islam adalah malu. (HR. Malik )
»»  read more

ADAB BERDO'A

Ketika seseorang duduk untuk berdoa, sesungguhnya dia duduk di hadapan Al-Khaliq Azza wa Jalla yang pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu, dan yang lebih dekat kepada manusia daripada dirinya sendiri. Dia Yang Mahasuci, "mengetahui yang rahasia dan yang lebih tersembunyi" (QS.20:7). Maka manusia senantiasa penuh gentar, dan berharap doanya dikabulkan.
Oleh karena itu hendaklah dia melaksanakan adab berdoa yang telah diajarkan kepada kita oleh Rasul yang mulia SAW. Rasulullah telah menjelaskan secara rinci dan jelas mengenai adab dan syarat berdoa, khususnya yang berkaitan dengan hal-hal berikut:
  1. Adab dan syarat berdoa
  2. Waktu makbu (mustajab) untuk berdoa
  3. Tempat-tempat berdo'a yang makbul
  4. Sifat dan sikap orang yang dikabulkan doanya
  5. Orang-orang yang dikabulkan doanya
  6. Orang-orang yang tidak dikabulkan doanya
I. Adab dan Syarat Berdoa
1.1 Menghadapkan Wajah
Adab pertama dalam mengajukan permintaan kepada seorang yang berkuasa adalah menghadapkan wajah Anda kepada orang yang kepadanya Anda meminta dan berharap. Maka, di antara adab berdoa adalah hendaknya orang yang bersangkutan menghadapkan wajahnya ke kiblat yang telah diperintahkan Allah SWT untuk menghadap kepada-Nya. Dalam Firman Allah SWT disebutkan: "Dan darimana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah tidak sekali-kali lengah dari apa yang kamu kerjakan. Dan darimana saja kamu berangkat, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka , dan takutlah kepada-Ku. Dan agar kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk." (QS. 2:149-150)."
Jadi, menghadapkan wajah ke arah Masjidil Haram merupakan kewajiban dalam shalat dan disunnahkan dalam berdoa.

Membaca Hamdalah dan Pujian
Manakala seseorang meminta sesuatu kepada sesama manusia yang berkedudukan tinggi ataupun rendah, penguasa, pemimpin atau pemegang otoritas, niscaya sebelum mengajukan permintaannya dia mengucapkan suatu pujian kepada orang yang dimintainya itu. Sedangkan Allah SWT yang tiada sesuatu pun yang setara dengan-Nya, dan yang menciptakan manusia dan menjadikannya dalam bentuk yang sebaik-baiknya, memberikan kepadanya harta benda, anak-anak, dan rezeki tanpa adanya keutamaan di pihak manusia, Dia tentu lebih berhak untuk dipuji dengan puji-pujian yang baik. Allah SWT berfirman: "Maka bertasbihlah dengan meuji Tuhanmu, dan jadilah kamu diantara orang-orang yang bersujud (shalat)."(QS. 15:98). "Dan katakanlah :'Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak.'"(QS 17:111) "...dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." (QS 20:130) "Katakanlah:'Segala puji bagi Allah', tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."(QS 31:25) "Dan bertawakalah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya."(Qs 25:58)

Allah SWT telah menyifati orang-orang Mukmin dengan firman-Nya: "Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku' dan yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar, dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang Mukmin itu."(QS 9:112). Mahabenarlah Allah yang Maha Agung.
Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kita agar memuji Allah, bersyukur kepada-Nya, serta memuji-muji-Nya setiap saat. Diriwayatkan dari Abdullah bin Zubair r.a. bahwa Rasulullah SAW mengucapkan pada setiap kali selesai shalat, sesudah malam: [arab] "La ilaha illa Allah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa'ala kulli syai'in qadir. La hawla wala quwwata illa billah. La ilaha illa Allah wala na'budu illa iyyah, lahunni'matu walahul fadhlu walahuts-tsna'ul hasanu, La ilaha illa Allah mukhlishina lahuddin walau karihal kafirun" Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya segala nikmat dan bagi-Nya keutamaan, dan bagi-Nya pujian yang terbaik. Tidak ada Tuhan selain Allah, dengan mengikhlaskan agama bagi-Nya sekalipun orang-orang kafir benci".

Berkata Ibnu Zubair:"Rasulullah SAW bertahlil dengan kalimat-kalimat diatas pada setiap selesai shalat fardhu." (HR. Muslim). Diriwayatkan dari Salamah bin Al-Akwa' r.a. ""Aku tidak pernah mendengar Rasulullah SAW mengawali doa kecuali dengan kata-kata: [arab] "Subhana rabbiyal a'la al'aliyyul wahhab " Artinya: "Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi, Maha Pemberi". (HR. Ibnu Abi Syaibah).

Diriwayatkan dari Fadhalah bin 'Ubaid r.a. :"Rasulullah SAW mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya tanpa mengagungkan Allah SWT dan tanpa bershalawat kepada Nabi SAW. Maka berkatalah Rasulullah SAW:" Orang ini terlalu tergesa-gesa". Kemudian beliau memanggil laki-laki itu dan berkata kepadanya, atau kepada orang lainnya:'Jika salah seorang diantaramu berdoa, hendaklah ia memulainya dengan memuji Tuhannya Yang Mahasuci, kemudian bershalawat kepada Nabi, setelah itu silahkan dia berdoa apa saja yang dikehendakinya." (Hadis diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, dan dia berkata:"hadis ini hasan sahih.").

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. , dari Rasulullah SAW:"Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan Hamdalah, akan terputus." (hadis hasan riwayat Abu Dawud dan lainnya).

Diriwayatkan dari Anas r.a.:"Rasulullah SAW telah bersabda:'Sesunguhnya Allah meridhai hamba-Nya yang memakan makanan kemudian memuji-Nya karena-Nya, atau meminum minuman dan memuji-Nya karenanya.'"(HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Aisyah r.a.:" Pada suatu malam aku kehilangan Nabi SAW , lalu aku meraba-raba dan kutemukan beliau sedang ruku', atau sujud, sambil mengucapkan: [arab] "Subhanaka wa bihamdika la ilaha illa anta " Artinya: "Mahasuci Engkau, dan dengan segala puji-Mu. Tiada Tuhan selain Engkau".
Dan dalam sebuah riwayat disebutkan: " Maka tanganku menyentuh bagian bawah telapak kaki beliau yang tegak, sedang beliau mengucapkan: [arab] "Allahumma inni a'udzu bi-ridhaka min sakhatikha wa bimu'afatika min 'uqubatika, wa a'udzu bika minka, La uhshi tsana'an 'alaika, anta kama atsnaita 'ala nafsika". Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tak bisa menghitung pujian bagi-Mu. Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu". (HR. Muslim).

Istighfar (Mohon Ampunan)
Diantara adab berdoa berdoa adalah, hendaknya orang yang berdoa itu memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukannya baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, baik yang diketahui maupun yang tidak diketahuinya, baik yang diingatnya maupun yang dilupakannya, sebab bagi Allah SWT, segala sesuatu itu tersimpan di sisi-Nya di dalam Kitab yang tersimpan hingga Hari Pembalasan, dan Dia mengetahui apa yang ada di Langit dan apa yang ada di Bumi, dan apa yang ada diantara keduanya. Dia juga mengetahu apa yang kita rahasiakan dari urusan kita, dan apa yang kita nyatakan. Dia mengetahui apa yang rahasia dan tersembunyi, dan setiap jiwa mengetahui apa yang disembunyikanya, dan Dia-lah yang akan memperlihatkan kepada jiwa-jiwa kita, akal kita, serta apa yang kita kira tersembunyi, karena disisi-Nya hal itu diketahui. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di Bumi, dan tidak (pula) di Langit."(QS 3:5)

."Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu."(QS 2:284). "Dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati."(QS 40:19). Memohon ampun disertai dengan tobat yang benar dan niat yang ikhlas demi Allah SWT akan menyucikan jiwa dan membersihkannya dari dosa-dosa. Allah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk beristighfar dengan firman-Nya: "Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang banyak, dan mohonlah ampun kepada Allah."(QS 2:199). "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, (Jika kamu mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) ."(QS 11:3). "Dan Mohonlah ampun kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS 73:20).
»»  read more